Telepon umum adalah fasilitas layanan telepon publik dengan cara pelayanan memasukan uang (pada umumnya koin) atau kartu telepon sebelum melakukan panggilan. Telepon umum koin adalah jenis telepon umum yang menggunakan koin atau uang
koin sebagai alat pembayarannya. Lazimnya, pecahan koin yang digunakan
adalah pecahan 200, 500, dan 1000 rupiah. Lama pembicaran yang tersedia
bagi pengguna tergantung pda nominal koin yang dimasukkan. Jika pembicaraan berakhir sebelum tarif mencapai nominal koin dimasukan, maka telepon umum secara otomatis akan mengeluarkan koin sejumlah sisa kembaliannya. Selama percakapan berlangsung layar
di telepon umum akan menampilkan durasi pembicaraan dan nominal rupiah
yang telah di keluarkan. Pada umumnya layar akan berkedip-kedip
menunjukkan angka 0000 ketika pembicaraan akan segera berakhir dan
pengguna harus memasukkan kembali koin untuk bisa meneruskan
pembicaraan.
Telepon umum pertama kali ditemukan oleh William Gray tahun 1889 dan dipasang pada sebuah bank di daerah hart ford Connecticut. Penemuan tersebut berkembang dengan pesat dan pada tahun 1992 jumlah telepon umum di amerika serikat 81.000 buah.
Pada tahun 1905,
telepon umum koin ciptaan Bell dipasang pertama kali secara outdoor
pada Jalan Cincinnati. Telepon umum itu tidak begitu menarik perhatian masyarakat karena pemakaian telepon secara pribadi kurang bisa dilakukan di tempat publik.
Maka dari itu, pada tahun 1950-an, Bell mendesain kotak telepon (kamar untuk menelepon) dari kaca dan alumunium
yang cukup memuat satu orang di dalamnya. Hal ini merupakan kemajuan
pesat setelah bertahun-tahun lamanya kayu digunakan untuk membuat kotak
telepon.
Pada tahun 1910, Western Electic dan Gray Telephone Pay Station Co. menandatangani kesepakatan untuk Gray agar membuat coin collector (pengumpul koin adalah tempat memasukkan koin pada telepon umum) pada ciptaan Bell menggunakan hak paten yang dimiliki oleh Gray dan Western Electric.
Telepon umum sering kali ditemukan terpasang di area-area publik dan terminal transportasi seperti bandar udara, stasiun kereta
atupun perempatan jalan dengan persetujuan pemberian tanah keuntungan
dari telepon umum di dapat dengan dua cara : perusahaan penyedia
faslitas telepon umum membayar sewa
lokasi da mengambil keuntungan sisanya atau pemilik lahan membayar sewa
telepon umum tersebut dan membagikeuntungannya dengan perusahaan yang
bersangkutan. Telepon umum khususnya di stasiun pengisian pembakaran gas
di desain agar para pekerjanya dapat menggunakan telepon umum tanpa
harus meninggalkan kendaraan operasional.
Di tinggalkannya telepon umum oleh perusahaan penyedia layanan seluler
telah menyebab banyak pihak merasa dirugikan karena tidak lagi dapat
menikmati layanan telepon yang murah. Pendapatan telepon umum menurun
drastis di banyak tempat di karena menunjaknya penggunaan telepon
seluler.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar